jump to navigation

Finally…. April 26, 2009

Posted by ideaku in Blogroll.
add a comment

Sekitar dua tahun, kurang atau lebih, aku lenyap dari blog ini. Lupa tidak, benci pun tidak, apalagi marah (lagian mo marah sama siapa?). Ada rasa enggan….
Yang jelas I am still alive….
Dan roda kehidupan terus berputar….life must go on…

Aku pun sudah banyak berubah….
Cuma kadangkala terbesit tanya…
Apa kabar kawan disana???

Mengapa Saya Menjadi Wartawan? April 23, 2007

Posted by ideaku in Serpihan Kisah.
2 comments

Saya mulai berkenalan dengan dunia jurnalistik ketika masih berstatus mahasiswa semester awal. Pengetahuan jurnalistik saya waktu itu benar-benar masih nol. Keinginan untuk belajar jurnalistik bermula dari forum diskusi yang berisi beberapa orang mahasiswa. Kami kerap berdiskusi tentang berbagai macam topik baik dalam acara formal maupun informal. Lambat laun, kami tidak puas dengan berdiskusi yang hanya melibatkan beberapa orang saja. Pasalnya, forum diskusi sangat jarang diminati para mahasiswa. Padahal tujuan kami berdiskusi di antaranya untuk mencerdaskan mahasiswa bukan hanya dengan materi kuliah yang sudah mereka dapatkan saja. Pada saat itulah tercetus kebutuhan untuk membuat sebuah media untuk memasok berbagai wacana bagi mahasiswa. Saya pun mulai berkenalan dengan dunia jurnalistik bahkan akhirnya ketika forum diskusi berubah menjadi lembaga pers mahasiswa, saya menjabat sebagai Pemimpin Umum (PU).

Alasan mengapa saya menjadi wartawan tidak terlalu muluk-muluk dan cukup sederhana. Secara umum tujuan pers adalah memberikan informasi, edukasi, hiburan dan advokasi atau membela masyarakat yang tertindas. Empat tujuan itu saya rasa tidak dapat dipisah-pisahkan atau berdiri sendiri. Semua tujuan adalah penting. Namun bagi saya yang paling penting saat ini adalah edukasi. Saya cenderung menganggap edukasi lebih penting karena dengan pendidikan yang cukup, masyarakat akan mampu melihat suatu permasalahan secara obyektif dan mampu mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Dalam konteks media, saya pikir sebuah media (wartawan) harus mampu memberikan edukasi positif pada masyarakat bukan hanya berorientasi bisnis semata. Saya juga bukan orang yang terlalu idealis seperti semasa mahasiswa yang hanya semata-mata ingin membela kaum yang tertindas. Bagaimanapun, sebagai manusia saya berpikir untuk memiliki penghasilan yang lumayan dari curahan tenaga dan pikiran yang saya berikan. Jadi tujuan saya yang lain memilih menjadi seorang wartawan adalah memperoleh penghasilan yang lumayan untuk biaya hidup dan mengembangkan kemampuan diri.(*)

Kamu juga bisa nampang di sini April 23, 2007

Posted by ideaku in Blogroll.
1 comment so far

This is My Beloved Youngest Syster April 11, 2007

Posted by ideaku in Blogroll.
1 comment so far

Di Balik Guyonan Gus Dur March 3, 2007

Posted by ideaku in Serpihan Kisah.
3 comments

 <a href=”http://technorati.com/claim/qyjsiufpzv” rel=”me”>Technorati Profile</a>

Siapa sih orang Indonesia yang tak kenal Abdurahman Wahid alias Gus
Dur? Tokoh pluralisme yang pernah menjabat sebagai Presiden RI itu
terkenal humoris. Ajaibnya, saat Gus Dur masih menjabat sebagai
presiden, ia masih sempat bercanda meski tengah menghadapi masalah
bangsa yang besar. Sampai kata-katanya pun diciplak sebuah acara
televisi ‘Republik Mimpi.’ “Gitu aja kok repot.”

Semasa menjabat sebagai presiden, Gus Dur juga pernah mendapat
sanjungan dari Presiden Cuba, Fidel Castro. Presiden juga manusia, ia pun boleh ‘guyonan.’ Konon Gus Dur menghadiahkan kisah lucu tentang pejuang revolusi Kuba ‘Che Ghuevara.’ Ia juga bergurau menyebut dirinya sendiri ‘gila.’ Tapi justru itu yang membuat presiden negara sosialis itu terkesan pada figur seorang Gus Dur.

Saking humoris dan terkenal suka ‘ceplas-ceplos,’ banyak orang yang
mengira Gus Dur bukan orang yang serius. Sebagian malah ada yang
menyebut Gus Dur ‘tidak beres’ dan liberal. Kiai-kiai Nahdlatul Ulama
pun banyak yang malah berbalik membenci dia karena memberi
dukungan pada si ‘Ratu Ngebor’ Inul dan ikut menolak RUU Anti
Pornografi dan Pornoaksi.

Tokoh ini memang jago mencipta pro dan kontra. Ia seperti tak perduli
dengan dampak dari apa yang dilontarkannya. Alasan itu pula yang
mungkin jadi satu penyebab ia terjungkal dari kursi kepresidenan.
Telepas dari semua itu, ‘guyonan’ dan ‘ceplas-ceplos’ dia bukan tanpa
arti. Jika dicermati, dibalik semua itu terkandung sindiran atau kritikan
yang tajam tapi disampaikan dengan cara terlalu elegan.

Sebagai contoh, sikap Gus Dur saat diwawancarai tentang topik yang
sebenarnya tidak ingin dia tanggapi saat berada di Jogjakarta. Seorang
wartawan mengajukan pertanyaan yang agak nyleneh. “Kenapa gempa
bisa terjadi di Bantul Gus?,” tanya si wartawan itu.

Gus Dur menganggap pertanyaan itu tak layak dilontarkan padanya. Ia
bukan BMG dan tidak tahu menahu urusan gempa tektonik. Tapi Gus Dur
tak lantas mengelak atau bahkan menyebut si wartawan salah alamat.
Dengan enteng Gus Dur menjawab, “Mungkin karena Nyi Roro Kidul
marah karena dipaksa pakai jilbab.”

Orang yang mendengar pasti akan tertawa dan balas menjawab, “Ah Gus
Dur ini bercanda, masa kiai menyebut gempa karena Nyi Roro Kidul
marah.”

Esensi dari kalimat Gus Dur itu sebenarnya penuh dengan kritikan.
Gus Dur dalam ceramahnya di Kendal hari ini mengatakan, kalimat itu
berisi kritikan atas berbagai kebijakan pemerintah yang dinilainya
sudah campur tangan urusan agama. Padahal Indonesia bukan negara
Islam tapi negara yang terdiri dari berbagai macam agama.
Kata-katanya sebenarnya bermaksud mengkritisi RUU APP.

Dari yang saya tangkap, ia menyebut ‘jilbab’ sebagai kata ganti ‘Islam.’ Ada
kecenderungan, negara telah ikut campur urusan agama terlalu dalam.
Dalam RUU APP, Gus Dur ingin mengatakan bahwa tak semua orang
Indonesia beragama Islam, negara juga wajib menghormatinya.

Gus Dur sendiri menanggapi jawabannya pada wartawan waktu itu sebagai hal yang biasa. “Jangan selalu serius menghadapi permasalahan, sekali-kali main-main boleh,” tuturnya.

*******

Wartawan Berduka March 1, 2007

Posted by ideaku in Serpihan Kisah.
add a comment

Pegiat pers di Kabupaten Kendal ikut prihatin dan berduka cita atas meninggalnya kamerawan Lativi Suherman dan Guntur (SCTV), saat meliput evakuasi kapal Levina yang terbakar. Aksi keprihatinan digelar atas kurangnya perhatian perusahaan pers terhadap keselamatan kerja wartawan. Kedua wartawan yang meninggal dalam tragedi itu bisa disebut sebagai pahlawan pers karena gugur saat menjalankan tugas demi sebuah berita yang berkualitas. Aksi dilakukan dengan tabur bunga di Pelabuhan Kendal, Kamis (01/03/2007.

WaAH mEnDUnG niIH….. February 24, 2007

Posted by ideaku in Curhatku.
add a comment

Sabtu pagi, 24 Februari 2007

Mendung masih menggelanyut di atas langit kota kecil yang kutinggali. Hujan yang turun deras selepas subuh hingga pukul 10.00 ini, masih menyisakan gerimis yang menitik. Ada rasa enggan keluar dari peraduan, toh kaki ini akhirnya melangkah juga. Usai menyeruput secangkir teh Tong Tji, seperti biasa aku bergumam “Wah….teh ini memang luar biasa.”

Aku memang sudah ketagihan dengan teh bikinan kota Tegal yang rasanya sepat-sepat harum ini sejak sekitar satu tahun lalu. Petualanganku dengan beraneka teh sudah cukup lama. Setiap singgah di warung nasi, memesan es teh dan menikmatinya, aku pasti langsung melempar tanya pada si penjual. “Pakainya teh apa bu?” Untuk rasa khas teh Tong Tji sendiri sudah aku kenal betul. Makanya aku kerap bergumam “Ooh Tong Tji bu, sudah kukira.”

Untuk urusan teh, aku juga pernah punya komunitas teh poci. Tentu bukan sembarang teh yang diminum. Teh harus Tong Tji dan harus kental. Satu bungkus teh kecil untuk satu poci. Bisa dibayangkan rasanya tentu sepat betul. Gula pasir/batu sedikit bisa jadi penawarnya. Makanya gelasnya pun mini. Biar si peminum teh tidak rakus. Menuang sedikit teh saja, rasa tehnya sudah sangat terasa. Alih-alih menjadi teman begadang malam hari, minuman ini juga bisa buat obat mencret…. he … he….

Hari Sabtu ini kuputuskan untuk melepas penat dari segala rutinitas selama satu minggu. Ada rencana berkunjung ke Semarang. Tapi cuaca rupanya sedang tidak bersahabat bagi pengendara sepeda motor. Aku tidak mau kejadian dua bulan silam terulang. Saat melintas di tikungan jalan, lubang cukup dalam tertutup air hingga tidak tampak. Aku pun tersungkur hingga menggoreskan luka yang lumayan di telapak tangan dan dengkulku.

Kuputuskan untuk bersantai saja. Istirahat sehari. Bukan cuma fisik tapi juga pikiranku yang belakangan dipenuhi seabreg permasalahan. Aku memang punya seabreg masalah. Untungnya, aku bukan seorang pecundang yang lantas berkata “Aku ini lelaki termalang di dunia ini. Aku tidak punya apa-apa. Aku paling tidak bahagia diantara semua orang. Aku tidak punya harapan apa-apa lagi. Dan lain-lain.”

Mengeluh dan mengeluh…..wah cape donk kalau setiap ada masalah diikuti keluhan. Bisa lemes ini badan, terus kapan mau menyelesaikan masalah. Hidup jadi malas, semangat hidup tidak ada. Penginnya nangis aja deh….biar semua masalah itu lenyap dan hidup seperti terlahir kembali. Mimpi kalii……….

Sejak beberapa tahun yang lalu aku telah menanamkan dalam pikiranku. Jangan pernah menyesali apa yang telah aku pilih. Artinya aku harus menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap pilihanku sendiri. Aku benci orang yang mengeluh dan orang yang menangis.

Aku pun tidak segan-segan melontarkan kebencianku itu pada siapapun yang ada didepanku bahkan ibuku, kalau memang dia melakukan dua hal itu. Tentu saja, kebencianku ada toleransinya….tapi hanya untuk alasan yang terbatas.

Biarlah aku disebut sekeras batu dari pada disebut manusia lemah. Toh aku keras hanya pada sesuatu yang sangat prinsip, dan aku meyakininya sebagai kebenaran. Di lain pihak, aku bisa jadi seorang yang paling baik ketika semua orang menganggapnya sebagi sesuatu yang sebenarnya tak perlu. Aku sendiri ngerasa aku agak aneh. Tapi ga pa pa deh, aku masih punya prinsip yang kupegang teguh. Dan aku berusaha menggunakan rasa dan logikaku secara seimbang. Mungkin.

Belakangan ini, pikiranku terus bergulat tentang masalah hidup. Aku menyadari saat ini, aku dalam masa transisi. Transisi menjadi manusia dewasa dan dengan tanggung jawab yang lebih besar. Makanya aku terus mencari dan mencari. Aku menyadari pondasi yang kucipta tidaklah kokoh. Aku jadi mikir….kok gak dari dulu ya mikir gini. Dasar telatan……

Kayaknya enak disambi nyeruput Tong Tji. Sssssruuut….wah luar biasa, benar-benar mantap. Tarik mang….. lagunya Trio Macan pun mengalun dahsyat………

*******

My Lord February 24, 2007

Posted by ideaku in Curhatku.
add a comment

I have taken a big decision four months ago. I decided to move from my company. Then my mom asked me the reason. I couldn’t answer clearly. I just said, ” Mom…I want to move away from Purwokerto and get new atmosphere. I can’t develop my idea if I keep living in that city. The next plan, I want to study in a University in Semarang while working.”

This first period in my new job is not wonderful at all. I should rearrange my life. I restart my job and salary, make a new relationship with people and study my new area. I start everything from zero. I think it’s the hardest job I’ve ever done during my life.

The time I moved….. the time I tried being closer with my lord. I’ve forgoten HIM for long period. This time, only in a cruel life, I can remember Alloh again. My lord, I am so sorry for my mistake. I relaize, human couldn’t reach anything without your wish. I pray everytime, I work hard everytime. My lord bless me……